Khazanah

Apa Hukum Berkumur dengan Obat Kumur Saat Berpuasa?

Ilustrasi bau mulut saat berpuasa. Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi bau mulut saat berpuasa. Foto: Republika/Mardiah

MAGENTA -- Mulut orang yang sedang berpuasa lebih berbau tidak enak dibanding ketika tidak berpuasa. Hal ini disebabkan karena produksi air liur dalam mulut dan saluran pencernaan berkurang, sehingga menjadi lebih kering dan berbau tidak enak.

Menurut para pakar kesehatan, tidak ada cara pasti yang dapat menghilangkan bau tidak enak dari mulut orang yang sedang berpuasa. Yang dapat dilakukan hanyalah menguranginya.

Untuk mengurangi bau mulut saat berpuasa, ketika sahur dianjurkan banyak makan buah atau sayuran yang beraroma, seperti kemangi. Dengan banyak makan buah dan sayur, maka akan membuat gula darah stabil dan pemecahan lemak berkurang, sehingga pelepasan ketone (zat penyebab bau) tidak berlebihan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

BACA JUGA: Kumpulan Doa Buka Puasa, Keutamaan dan Artinya

Selain itu, untuk mengurangi bau mulut yang tidak enak, bisa menggunakan siwak (batang kayu arak), sikat dan pasta gigi, juga bisa dengan obat kumur dan spray pewangi mulut. Nah, masalahnya, bolehkah orang yang sedang berpuasa menggunakan itu semua?

Dalam keadaan berpuasa, boleh bahkan dianjurkan tetap berkumur asal berhati-hati, dan tidak berlebihan karena berkumur memang merupakan salah satu sunnahnya wudhu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Apabila kamu berwudhu, maka berkumurlah" (HR Abu Dawud, at-Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah dari Luqaith bin Shabrah r.a.).

Prof. K.H. Ahmad Zahro dalam Buku 3 Fiqih Kontemporer mengatakan, tidak ada satu hadits pun yang melarang berkumur dalam berwudhu saat berpuasa. Bahkan Nabi SAW juga tetap menganjurkan kita berkumur dan istinsyaq (menghisap air dengan hidung) ketika berwudhu walau sedang berpuasa, asal berhati hati dan tidak berlebihan. Jumhur fuqaha menghukumi makruh (tidak disukai) kalau berkumur dilakukan secara berlebihan karena khawatir tertelan.

BACA JUGA: Naskah Khutbah Jumat: Mengisi Tradisi Munggahan dengan Ziarah Kubur