'Sorry I Was Not Your Mother': Aktris AS Tuai Kecaman Akibat Puisinya untuk Putin

Medsos  
Tangkapan layar memperlihatkan aktris AnnaLynne McCord membacakan puisi yang ditujukannya untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Meskipun warganet tak setuju dengan serangan Rusia terhadap Ukraina, mereka menilai puisi tersebut dibuat dengan selera yang buruk karena menyalahkan sosok ibu atas tindakan anaknya yang sudah dewasa.
Tangkapan layar memperlihatkan aktris AnnaLynne McCord membacakan puisi yang ditujukannya untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Meskipun warganet tak setuju dengan serangan Rusia terhadap Ukraina, mereka menilai puisi tersebut dibuat dengan selera yang buruk karena menyalahkan sosok ibu atas tindakan anaknya yang sudah dewasa.

MAGENTA -- Aktris asal Amerika Serikat, AnnaLynne McCord, menuai kritik setelah membuat puisi berjudul "Sorry I Was Not Your Mother" untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Puisi yang pertama kali diunggah pada Kamis (24/2/2022) itu menjadi perbincangan warganet hingga akhir pekan lalu.

AnnaLynne membuat puisi tersebut sebagai responsnya ketika Rusia melancarkan serangan terhadap Ukraina. Sebagian warganet mengaku tak terkesan dengan puisi itu dan menyebutnya "tidak dapat diterima" serta "dibuat dengan selera buruk".

https://twitter.com/IAMannalynnemcc/status/1496877541772062727?s=20&t=r83bDV82SNnDDmkRHUgIjg

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

If I was your mother, you would have been so loved. Held in the arms of joyous light. Never would this story’s plight.

(Jika aku adalah ibumu, kamu akan sangat dicintai. Didekap dalam pelukan cahaya yang menggembirakan. Tidak akan pernah ada kisah menyedihkan ini.)

The world unfurled before our eyes. A pure demise of a nation sitting peaceful under a night sky.

(Dunia terbentang di depan mata kita. Warisan murni sebuah bangsa yang duduk damai di bawah langit malam.)

If I was your mother, the world would have been warm. So much laughter and joy, nothing would harm.

(Jika saya adalah ibumu, dunia akan menjadi hangat. Begitu banyak tawa dan kegembiraan, tidak ada yang membahayakan.)

I can’t imagine the stain, the soul-stealing pain that the little boy, you must have seen and believed, and the formulation of thought quickly taught, showed that you lived in a cruel, unjust world.

(Saya tidak dapat membayangkan trauma, rasa sakit yang mencuri jiwa anak kecil itu, Anda pasti telah melihat dan mempercayai, dan rumusan pemikiran yang diajarkan dengan cepat, menunjukkan bahwa Anda hidup di dunia yang kejam dan tidak adil.)

Is this why you now decide no one will get the best of you? Is this why you do not hide nor shy away from taking back the world?

(Apakah ini sebabnya Anda memutuskan bahwa tidak ada seorang pun yang akan mendapatkan yang terbaik dari diri Anda? Apakah ini sebabnya Anda enggan untuk mempertimbangkan kembali rencana mengambil alih dunia?)

Was it because so early in life all that strife wracked your little body with fear?”

(Apakah itu karena deraan di awal kehidupan telah mengguncang tubuh kecilmu dengan ketakutan?”)

Aktris dan penulis Giulia Rozzi turut mengomentari puisi AnnaLynne tersebut. Dia tak sepakat dengan isi puisi tersebut karena menyalahkan sosok ibu atas kelakuan anaknya yang sudah dewasa.

"Kalau saya adalah ibumu, saya akan mengajarimu untuk tidak menyalahkan perempuan atas perilaku pria," kata Giulia mengomentari video puisi AnnaLynne.

Sementara itu, sebagian lain jadi teringat dengan video yang dibuat aktris asal Israel, Gal Gadot, di awal pandemi pada 2020. Kala itu, Gadot yang merupakan aktris sukses bergelimang harta mengunggah video dirinya menyanyikan lagu "Imagine", seolah tak peka dengan penderitaan orang yang tak bisa mencari nafkah karena pembatasan sosial membuat mereka harus di rumah saja.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image