Ada Berapa Senjata Nuklir yang Ada di Dunia Ini?

Sains  
Ilustrasi senjata nuklir (wikipedia)
Ilustrasi senjata nuklir (wikipedia)

JAKARTA -- Ancaman penggunaan senjata nuklir telah meningkat sejak Rusia pertama kali menginvasi Ukraina hampir tiga minggu lalu. Presiden Rusia Vladirmir Putin pada 27 Februari 2022 mengumumkan bahwa pasukan nuklir negaranya telah ditempatkan dalam siaga tinggi.

Kita lantas bertanya-tanya, apa maksudnya senjata nuklir negaranya dalam siaga tinggi? Lalu ada berapa banyak senjata nuklir yang ada di dunia? Siapa yang memilikinya, dan seberapa kuatnya?

Analis senjata nuklir memperkirakan bahwa sembilan negara nuklir di dunia memiliki total sekitar 13.000 hulu ledak nuklir, menurut Arms Control Association atau Asosiasi Kontrol Senjata. Sembilan negara itu adalah China, Prancis, India, Israel, Korea Utara, Pakistan, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Namun, perkiraan ini hanya didasarkan pada informasi yang tersedia untuk umum. Sangat besar kemungkinan yang belum terungkap.

"Kami tahu negara mana yang memiliki senjata nuklir, tetapi kami tidak selalu tahu berapa banyak senjata nuklir yang mereka miliki; Israel, misalnya, tidak secara terbuka mengakui programnya," kata Anne Harrington, dosen senior hubungan internasional di Universitas Cardiff di Inggris, kepada Live Science.

Sejak akhir Perang Dingin, baik AS dan Rusia telah mengurangi persenjataan nuklir mereka masing-masing. Persediaan nuklir mereka jauh lebih kecil daripada saat puncaknya.

Homeland Security Newswire melaporkan pada tahun 1967, Amerika Serikat memiliki 31.225 senjata nuklir. Pada saat runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, sekitar 35.000 senjata nuklir tetap berada di ribuan lokasi di seluruh daratan Eurasia, demikian laporan Harvard Kennedy School yang ditulis oleh Graham Allison, seorang analis keamanan nasional.

Menurut lembar fakta Januari yang dirilis oleh Arms Control Association saat ini Rusia mengatakan memiliki 6.257 hulu ledak nuklir. Sementara Amerika Serikat mengakui memiliki 5.550 hulu ledak nuklir. Namun, pengurangan drastis ini terutama karena negara-negara itu membongkar hulu ledak yang sudah pensiun, kata Sara Medi Jones, juru kampanye di Campaign for Nuclear Disarmament (CND).

Jones mengungkap sebenarnya ada peningkatan hulu ledak yang dikerahkan tahun lalu (2021). "Kesembilan negara bersenjata nuklir meningkatkan persenjataan mereka," kata Jones.

“Meskipun sulit untuk mengetahui secara pasti bagaimana persenjataan nuklir berubah, kami menilai bahwa China, India, Korea Utara, Pakistan dan Inggris, serta mungkin Rusia, semuanya meningkatkan jumlah senjata nuklir dalam persediaan militer mereka,” kata Matt Korda, peneliti senior dan manajer proyek untuk Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika.

Setiap negara memiliki sistem penyimpanan spesifiknya sendiri. Fasilitas penyimpanan umumnya tahan ledakan dan sering dikubur di bawah tanah untuk membatasi kerusakan akibat ledakan yang tidak disengaja dan untuk melindungi dari serangan.

Menurut Korda, negara-negara seperti China, Israel, India, dan Pakistan menyimpan senjata nuklir mereka di gudang pusat. Artinya, senjata itu harus dikeluarkan dan dipasangkan dengan sistem pengiriman mereka jika akan digunakan. Proses ini bisa memakan waktu berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu, untuk mengaturnya.

Negara lain, seperti Inggris, memiliki senjata nuklir yang dikerahkan setiap saat pada kapal selam rudal balistik. Namun, nuklir ini disimpan dalam mode detarget dan akan membutuhkan hitungan jam atau hari untuk dibawa ke status siap diluncurkan.

Di Amerika Serikat, senjata nuklir "disimpan di bawah kunci kombinasi kriptografi untuk mencegah penggunaan yang tidak sah. Secara teori, hanya presiden yang memiliki wewenang untuk menyetujui penggunaannya.

Namun, jika kode kriptografi dimasukkan atau dilewati, senjata nuklir dapat dipersenjatai dalam hitungan menit. Senjata ini perlu ditempelkan pada rudal atau dikerahkan di pesawat terbang" untuk dapat diluncurkan.

Mengingat bahwa peluncuran senjata nuklir dapat menyebabkan perang nuklir global habis-habisan, apakah ada kemungkinan bahwa semua senjata nuklir dapat dinonaktifkan untuk kebaikan yang lebih besar? Mungkinkah ada masa depan tanpa senjata nuklir?

"Saya tidak berpikir ini akan terjadi," kata Holger Nehring, ketua sejarah Eropa kontemporer di Universitas Stirling di Skotlandia.

"Senjata nuklir terutama merupakan bentuk pencegahan terhadap serangan nuklir. Menyingkirkan senjata nuklir sepenuhnya berarti tingkat kepercayaan yang sangat tinggi antara semua negara dalam sistem internasional, dan ini adalah tidak mungkin tercapai."

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

The alchemist

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image